MTQ KE 45 Di Kecamatan Mekarsari
Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke 45 Kabupaten Barito Kuala tahun 2014 resmi di buka oleh Bupati H Hasanuddin Murad, Rabu (05/03) di Kecamatan Mekarsari. Pembukaan ditandai dengan penabuhan beduk dan terbang oleh Bupati H Hasanuddin Murad didampingi Wakil Bupati H Ma’mun Kaderi, Ketua DPRD H Husain Ahmad, Sekretaris Daerah (Sekda) Ir H Supriyono, para muspida, Kepala Kemenag Batola Drs. H Sofrayani, M.Pd.I dan Camat Mekarsari, Muhammad Aziz.
KPN 3.1.46 Kemenag Batola Adakan Rapat Anggota Tahunan
RAT dilaksanakan di Aula Al Ikhlas Kemenag Batola di hadiri Pengurus Kadin Pusat Perwakilan Kalsel H. Jahrian, SE, Pimpinan Bank Kesejahteraan Ekonomi Cabang Banjarmasin yang diwakili oleh Alfred Wilson, Ketua DEKOPINDA Kabupaten Barito Kuala H. Hazrul Aswad, Kepala Dinas Koperindag yang diwakili Kabid Koperasi H. Ardiansyah, SE.
Pelantikan Kepala RA dan Kepala MA
Kepala Madrasah yang dilantik adalah Rusmilawati, S.Ag sebagai Kepala RA Muslimat NU 1 yang sebelumnya sebagai guru pada MTs NU 1 Marabahan, H. Akhmad Yani, S.Ag sebagai Kepala MAN 4 Marabahan yang sebelumnya menjadi Kepala MAN 1 Marabahan dan menggantikan Drs. H. Gandi Hasan yang pengsiun terhitung tanggal 1 Mei 2013, Drs. Suardi sebagai Kepala MAN 1 Marabahan yang sebelumnya Kepala MAS Darussalam Kecamatan Barambai, Gajali, S.Pd.I sebagai Kepala MAS Darussalam yang sebelumnya menjadi guru pada MAS Darussalam.
Senin, 10 Maret 2014
Kakemenag Batola Ajak Seluruh Orang tua di Batola Cinta dan Amalkan Al Qur’an Sejak Dini
Kamis, 06 Maret 2014
MTQ ke 45 dilaksanakan di Mekarsari
Barito Kuala, Humas – Musabaqah
Tilawatil Quran (MTQ) ke 45 Kabupaten Barito Kuala tahun 2014 resmi di buka
oleh Bupati H Hasanuddin Murad, Rabu (05/03) di Kecamatan Mekarsari. Pembukaan
ditandai dengan penabuhan beduk dan terbang oleh Bupati H Hasanuddin Murad
didampingi Wakil Bupati H Ma’mun Kaderi, Ketua DPRD H Husain Ahmad, Sekretaris
Daerah (Sekda) Ir H Supriyono, para muspida, Kepala Kemenag Batola Drs. H Sofrayani,
M.Pd.I dan Camat Mekarsari, Muhammad Aziz.Bupati Batola menambahkan, selain pendidikan formal generasi kita sangat membutuhkan pendidikan non formal yang banyak mengisi tentang kecerdasan spiritual. Seperti belajar mengaji di sore hari baik di masjid maupun di Musala. Kecerdasan spiritual, bagian tak terpisahkan dari kecerdasan intelektual pada diri manusia.
Kamis, 28 November 2013
Tugas Nadzhir itu mulia dan strategi
Artinya, tujuan wakaf dapat tercapai jika ada nazhir yang mampu melestarikan harta pokok wakaf, mengembangkanya dan mendistribusikan hasil pengelolaan wakaf sesuai dengan peruntukannya.
Karena Nazhir menjadi kunci tercapainya tujuan wakaf sehingga penentuan Nazhir harus memenuhi syarat-syarat yang dapat mengembangkan harta wakaf dan mendistribusikannya agar harta wakaf terus produktif dan mencapai tujuan wakaf.
Selasa, 05 November 2013
Yang Belum Mencukupi 24 Jam Segera Lengkapi !
Rabu, 04 September 2013
Catat, Cermati, Ikuti Dengan Baik dan Realisasikan
Dalam laporannya Arip Rosadi, S.Pd.I, MM Kasi Pendidikan Madrasah mengatakan bahwa kegiatan ini berdasarkan surat Dirjen Pendidikan Islam untuk menyebarluaskan informasi terkait penerbitan NUPTK baru bagi guru madrasah baik yang sudah punya atau belum. Maka dengan ini Seksi Pendidikan Madrasah dengan Kemendikbud Kabupaten Barito Kuala segera merealisasikan kegiatan ini. Narasumber kegiatan ini langsung dari Seksi Kepegawaian Kemendikbud Batola adalah Rito Arifin Susanto, SE, MM yang menangani NUPTK Wilayah Kabupaten Barito Kuala.
Drs. H. Sofrayani, M.Pd.I yang membuka secara resmi kegiatan ini berpesan kepada peserta agar mengikuti kegiatan dengan baik dan merealisasikan apa yang didapat dari kegiatan ini nantinya. “Catat, cermati, ikuti dengan baik dan direlisasikan dimasing-masing madrasah”, ucap Sofrayani.
Beliau juga mengatakan bahwa pendidikan adalah dinamis, selalu ada perkembangan dan perubahan seiring dengan perubahan tuntutan terhadap dunia pendidikan. “Jadi tidak bisa berjalan ditempat kita mengikuti selangkah demi selangkah tentang perkembangan mengenai pendidikan, baik mengenai administrasinya, sistem belajar mengajar maupun medianya yang dituntut dunia pendidikan baik bagi lembaga, guru ataupun madrasahnya,” tambah Sofrayani.
Sementara itu, Rito Arifin Susanto, SE, MM yang bertindak selaku narasumber menjelaskan bahwa pemilik NUPTK dan masih aktif sebagai PTK (Pendidik & Tenaga Kependidikan) silakan melakukan proses verifikasi dan validasi (VerVal), pemutakhiran datanya serta melengkapi EDS (Evaluasi Diri Sekolah) dengan mengunduh Formulir, dan mengikuti prosedur yang ada disitus http://padamu.siap.web.id/. Proses VerVal dan pemutakhiran data yang terintegrasi EDS ini sekaligus berfungsi untuk pembersihan database NUPTK yang tersimpan selama periode 2006 s.d 2012 dari keadaan yang tidak benar, tidak lengkap, tidak sesuai formatnya dan duplikasi.
Menurut Rito, bagi PTK pemilik NUPTK yang tidak melakukan proses VerVal dan pemutakhiran, status NUPTK-nya akan dinyatakan tidak aktif periode 2013 secara otomatis oleh sistem. Bagi PTK yang telah di verifikasi dan validasi oleh sistem pendataan direktorat terkait namun belum teridentifikasi atau belum memiliki NUPTK dapat mengajukan NUPTK baru melalui Layanan Padamu Negeri sesuai syarat dan ketentuan yang ditetapkan oleh BPSDMPK-PMP KEMDIKBUD.
Senin, 19 Agustus 2013
KUA Kecamatan Bagian Utara Laksanakan Bimbingan Manasik Haji
Kegiatan ini dilaksanakan di Halaman Kubah Datuk Abdussamad dengan pemateri terdiri dari 2 orang yaitu Kepala kemenag Batola dan Kepala Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Batola. Kepala Kemenag Batola Drs. H. Sofrayani, M.Pd.I memberikan materi berkenaan dengan Akhlak dalam Berhaji. “Terbinanya akhlak mulia, adalah bagian berhaji. Dalam berhaji, seseorang akan berinteraksi dengan orang lain, teman, seregu, serombongan, sekeloter, sebangsa bahkan umat muslim sedunia yang berbeda bahasa, karakter dan perilaku. Oleh karena itu hendaknya menjaga sikap dan saling tolong menolong sesama jemaah” ujar beliau. Materi dilanjutkan oleh H. Ahmad Najihun. SH, MM mengenai Perjalanan Haji dan acara berlangsung sampai shalat zhuhur tiba. (humas btl)
Kamis, 15 Agustus 2013
Mulai sekarang JCH Batola diharapkan menjaga kesehatan
Kepala Kemenag Batola Drs. H. Sofrayani, M.Pd.I dalam sambutannya mengatakan bahwa beliau menyambut baik dan mendukung kegiatan manasik massal ini karena sangat bermamfaat sebagai bekal dan modal dalam melaksanakan ibadah haji. Beliau berharap agar Jemaah Calon Haji Kabupaten Barito Kuala yang berangkat tahun ini dapat menyimak, mencermati, menanyakan atau mendiskusikan materi yang diberikan instruktor baik pada saat pelaksanaan missal ini maupun nanti waktu pelaksanaan di masing-masing kecamatan.
H. Sofrayani juga mengingatkan JCH agar mulai saat ini selalu menjaga kondisi kesehatan sebab ibadah haji membutuhkan kesehatan fisik dan mental atau stamina yang tinggi serta fisik yg prima agar bisa menjalankan ibadah dan amaliah dengan sebaik-baiknya.
“Ciptakanlah rasa persaudaran, kekompakan, keakraban, kebersamaan dan tolong menolong diantara JCH serta melatih kesabaran karena akan menghadapi situasi yang berbeda dengan kondisi di tanah air ini. Dan mudah-mudahan JCH yang berangkat tahun ini mendapatkan haji yang mabrur”, ucap beliau.
Kepala kemenag juga menginformasikan bahwa JCH Kabupaten Barito Kuala berjumlah 162 orang terdiri dari 78 laki-laki dan 84 perempuan dengan jemaah usia diatas 70 sebanyak 3 orang sedangkan daftar tunggu sebanyak 4.938 orang.
Sementara itu, Wakil Bupati Barito Kuala H. Makmun Kaderi, SE yang membuka secara resmi kegiatan ini juga mengatakan bahwa beliaupun menyambut baik kegiatan Bimbingan Manasik Haji ini dengan harapan agar JCH Kabupaten Barito Kuala mendapat bekal pengetahuan, serta pemahaman baik dan benar terutama mengenai rukun dan syarat serta tata tertib ibadah haji.
Makmun juga berpesan kepada JCH yang baru pertama berangkat ke tanah suci dan yang berusia lanjut agar benar-benar dapat mengikuti ini dengan tuntas sehingga dapat mengerti dan memahami hal-hal pokok yang menjadi dasar syahih ibadah haji. Dan beliau berharap kepada seluruh JCH Kabupaten Barito Kuala agar mulai dari sekarang dapat lebih memperhatikan, mempersiapkan serta menjaga kesehatan diri masing-masing sebab di sana selain harus menghadapi cuaca yang berbeda daerah sehingga memerlukan kesehatan fisik dan mental prima.


00.17
Galeri Rifani



